Bisnis & Ekonomi

PNM Dinobatkan sebagai Perusahaan Terdepan Pemberdayaan Perempuan di Sektor Ultra Mikro

Juni 30, 20263 menit baca
Advertisement

GELUMPAI.ID – Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memperluas akses keuangan bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro kembali mendapat pengakuan.

Perusahaan pelat merah tersebut meraih penghargaan Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment, berkat kontribusinya dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan di Indonesia.

Penghargaan itu diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menghadirkan dampak nyata melalui layanan pembiayaan yang diiringi program pemberdayaan masyarakat.

Bagi PNM, penghargaan tersebut menjadi cerminan dari model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran modal, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha para nasabah.

Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PNM kini melayani lebih dari 23 juta perempuan prasejahtera di berbagai daerah. Mereka merupakan pelaku usaha ultra mikro yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan keuangan formal.

Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki, mengatakan pendampingan menjadi bagian penting dari proses pemberdayaan yang dilakukan perusahaan.

“Kami tidak hanya memberikan pembiayaan. Setiap nasabah juga mendapatkan pendampingan secara rutin melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM). Di sana mereka memperoleh edukasi literasi keuangan, saling berbagi pengalaman usaha, hingga membangun jejaring antarpelaku usaha,” ujar Sunar dalam keterangannya, Senin (29/6).

Selain modal usaha tanpa agunan, PNM juga membekali nasabah dengan pelatihan pengembangan usaha, pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PNM Digi, hingga fasilitasi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.

Menurut Sunar, pendekatan tersebut dirancang agar pelaku usaha tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga meningkatkan skala bisnis secara berkelanjutan.

Mayoritas penerima manfaat Program Mekaar merupakan ibu rumah tangga yang menjalankan usaha rumahan, seperti berdagang, kuliner, kerajinan tangan, maupun jasa.

Seiring berkembangnya usaha, mereka dinilai turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitar.

Di tengah tantangan yang masih dihadapi sektor usaha ultra mikro, model pemberdayaan yang menggabungkan akses pembiayaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas dinilai menjadi strategi yang relevan untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput.

Penghargaan yang diterima PNM pun tidak hanya menjadi pengakuan atas kinerja perusahaan, tetapi juga atas kontribusinya dalam membuka peluang bagi jutaan perempuan Indonesia untuk tumbuh menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri dan berdaya saing. (*)

Advertisement
Tentang penulis1 kontributor
Dukung Jurnalisme Independen

Dukung Jurnalisme Independen

Bantu Gelumpai terus menghadirkan liputan publik yang mendalam.