Ucu menegaskan, dalam pelaksanaan Shadow Musrenbang yang berlangsung hanya satu hari ini, para relawan diajarkan bagaimana gambaran pohon masalah hingga pohon kinerja dan merinci setiap tahapan beserta indikatornya.
Sehingga ke depan, pihaknya berharap Bappeda Provinsi Banten dapat melaksanakan pelatihan bagaimana alur pemerintah mengambil keputusan atau kebijakan.
“Masyarakat memiliki hak atas RPJMD, karena punya hak ini, ya kita melaksanakan sendiri, tidak ada larangan kok. Maka dari itu, kami berharap ke depan Bappeda dapat melaksanakan pelatihan-pelatihan dalam membuat perencanaan untuk masyarakat, bagaimana pemerintah mengambil kebijakan sehingga masyarakat paham bahwa setiap penyusunan kebijakan ini ada tahapannya,” tandasnya.
Kepala Bidang Perencanaan pada Bappeda Provinsi Banten, Zaenal, menyambut baik kedatangan para relawan AnDim untuk menyerahkan dokumen hasil Shadow Musrenbang RPJMD Banten.
Ia mengaku senang karena masih banyak elemen Banten yang merasa memiliki terhadap dokumen publik ini.
“Secara umum kami senang karena masih banyak elemen Banten yang merasa memiliki atas RPJMD, karena bagaimanapun ini dokumen publik, dokumen yang sebisa mungkin bisa menyerap aspirasi dari masyarakat, khususnya relawan yang berjibaku di bawah. sehingga mudah-mudahan dokumen (RPJMD) ini nanti bisa mendekati sempurna,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Zaenal juga turut memaparkan dokumen hasil dari RPJMD yang disusun Pemprov Banten mulai dari tahapan penyusunan hingga pada BAB akhir Visi dan Misi.
Saat ini, Zaenal menyebut, draft dokumen RPJMD yang disusun itu sedang dalam penggodokan oleh Pansus DPRD Banten.
“RPJMD Banten saat ini sedang dibahas di Pansus DPRD. Nanti dari DPRD juga akan mengoleksi masukan-masukan dari berbagai elemen masyarakat, ada yang dari pakar, dari kabupaten kota, kemudian juga mengawal ke perangkat daerah,” tandasnya.

