GELUMPAI.ID — Wanita yang berusia di atas 35 tahun perlu mempertimbangkan risiko kesehatan yang semakin meningkat seiring bertambahnya usia, terutama dalam memilih kontrasepsi. Pilihan yang ada mencakup pil KB, susuk KB, IUD, dan sterilisasi.
Seiring bertambahnya usia, produksi hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh wanita cenderung menurun. Meskipun demikian, peluang untuk hamil masih ada jika menopause belum terjadi. Karena itu, penggunaan kontrasepsi tetap penting bagi wanita di atas 35 tahun.
Dokter sangat menyarankan agar kamu berkonsultasi sebelum memutuskan jenis kontrasepsi yang tepat untuk memastikan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan.
Salah satu pilihan yang cukup populer adalah pil KB. Pil KB sering digunakan oleh wanita muda yang ingin menunda kehamilan.
Namun, pil KB juga bisa menjadi pilihan yang tepat bagi wanita di atas 35 tahun, asalkan kondisi tubuhmu sehat, tidak merokok, dan tidak memiliki penyakit jantung. Jika kamu merokok, pil KB bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, karena kombinasi antara rokok dan estrogen dalam pil KB.
Pilihan lain yang bisa dipertimbangkan adalah Implanon atau susuk KB. Implanon berbentuk seperti lidi korek api dan dipasang di lengan atas.
Alat kontrasepsi ini dapat bertahan hingga tiga tahun dan sangat nyaman karena tidak membutuhkan perawatan khusus. Susuk KB hanya mengandung hormon progesteron, sehingga aman digunakan oleh ibu menyusui.
Jika kamu mencari alat kontrasepsi jangka panjang, IUD atau spiral bisa menjadi pilihan. Alat ini berbentuk huruf T dan dipasang di dalam rahim untuk mencegah pembuahan.
IUD dapat bertahan hingga 5-10 tahun. Namun, jika kamu pernah mengalami kehamilan anggur atau memiliki riwayat infeksi saluran kemih, sebaiknya hindari penggunaan IUD.
Pilihan terakhir adalah sterilisasi atau tubektomi, yang bersifat permanen. Prosedur ini mengikat saluran telur sehingga tidak ada lagi kemungkinan untuk hamil. Sterilisasi cocok bagi pasangan yang sudah mantap untuk tidak memiliki anak lagi.