GELUMPAI.ID — Franco Colapinto kini menjadi kandidat mengejutkan untuk bergabung dengan Racing Bulls, jika Red Bull memutuskan untuk menggantikan Liam Lawson dengan Yuki Tsunoda.
Menurut laporan dari Motorsport.es, Colapinto muncul sebagai pilihan tak terduga untuk menggantikan Lawson. Spekulasi mengenai masa depan Lawson di F1 terus berkembang, terutama setelah akhir pekan yang sulit di Shanghai.
Setelah memulai musim dengan hasil yang mengecewakan, Red Bull dilaporkan serius mempertimbangkan opsi untuk mengganti Lawson dengan Tsunoda pada Grand Prix Jepang yang akan datang, 6 April mendatang, menurut informasi dari Autosport.
Lawson gagal keluar dari Q1 dalam tiga sesi kualifikasi yang sudah dijalani tahun ini. Pembalap asal Selandia Baru itu tampak kesulitan beradaptasi dengan mobil RB21, yang meski tidak didesain untuk menjadi mobil pemenang, tetap berada di posisi terdepan di klasemen Kejuaraan Dunia pembalap dengan Max Verstappen hanya terpaut delapan poin dari Lando Norris.
Di dua balapan pertama musim ini, Lawson belum mencetak satu poin pun. Red Bull pun disebut akan menggelar pertemuan darurat untuk membahas awal musim yang sulit ini, dengan masa depan Lawson kemungkinan akan menjadi agenda utama.
Tsunoda, yang tampil mengesankan di awal musim, akan menjadi pengganti Lawson jika Red Bull memutuskan untuk melakukan perubahan. Namun, munculnya Colapinto sebagai kandidat kejutan membuat situasi semakin menarik.
Colapinto bukanlah wajah baru di dunia F1. Red Bull sudah tertarik padanya sejak pertengahan tahun lalu. Setelah tampil impresif menggantikan Logan Sargeant di Williams pada paruh kedua musim 2024, Colapinto mulai menarik perhatian tim-tim besar.
Meski Red Bull sempat mempertimbangkan untuk merekrut Colapinto, mereka membatalkan niat itu karena biaya tinggi yang diminta oleh Williams dan penurunan performa Colapinto di akhir musim lalu. Saat ini, Colapinto adalah pembalap cadangan dan penguji untuk Alpine, dan namanya juga dikaitkan dengan kursi Jack Doohan.
Namun, ada kemungkinan besar Colapinto akan mendapat kesempatan F1 terbaru bersama Racing Bulls, bergabung dengan Isack Hadjar. Red Bull akan berhadapan dengan Alpine untuk mendapatkan persetujuan, serta dengan Williams untuk mendapatkan izin mengontrak Colapinto.