GELUMPAI.ID — Honda terus berusaha bangkit setelah kemunduran besar dalam beberapa tahun terakhir di MotoGP.
Setelah era dominasi Marc Marquez yang menyumbangkan enam gelar juara dunia, performa Honda menurun drastis sejak Marquez pulih dari cedera panjang pada 2020. Pada 2024, mereka terdampar di posisi terbawah klasemen konstruktor dengan hanya 75 poin.
Namun, di musim 2025, Honda mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Dengan sistem konsesi yang memberikan lebih banyak waktu uji coba, mereka tampil lebih kompetitif, meskipun rival mereka, Yamaha, juga menunjukkan peningkatan signifikan selama pramusim.
Di Argentina, meski rookie Somkiat Chantra kesulitan, Johann Zarco tampil impresif dengan finis di sepuluh besar dan kualifikasi di baris depan. Selain itu, Joan Mir dan Luca Marini juga memberikan kontribusi signifikan bagi tim dengan penampilan yang stabil.
Meski demikian, LCR Honda sangat sadar akan pentingnya memilih pembalap yang tepat. Lucio Cecchinello, pendiri tim LCR, menjelaskan bahwa meski Marc Marquez atau Pedro Acosta adalah pembalap fenomenal, merekrut mereka bisa berisiko.
“Saya jujur, ada pembalap yang sangat kuat dan ada pembalap fenomenal,” ungkap Cecchinello. “Jika kita bicara soal pembalap fenomenal, kita tahu Marquez adalah fenomena. Acosta, meski sering melakukan kesalahan, juga akan menjadi fenomena. Tapi, ada pembalap kuat seperti Mir yang sudah menjadi juara dunia, atau Marini yang sering naik podium.”
Cecchinello mengakui bahwa meskipun Honda bisa mendapat manfaat dari pembalap seperti Marquez, namun “akan sangat berisiko” jika mereka mengontrak pembalap fenomenal dengan biaya tinggi dan kemudian gagal memenuhi ekspektasi.
Dia menambahkan, “Mungkin lebih baik kita menunggu sejenak, mempertahankan pembalap berpengalaman, dan fokus memperbaiki motor.”
Setelah dua balapan pertama, Honda jelas menunjukkan kemajuan besar dibandingkan tahun lalu. Dengan lebih banyak poin yang dikumpulkan, mereka semakin dekat untuk kembali bersaing di papan atas.
Sumber: MotoGP News