Sejumlah pihak terus mendorong pelonggaran regulasi agar AV bisa melaju bebas di jalan umum. Waymo bahkan telah melakukan pengujian di lingkungan elit seperti Dupont Circle dan Foggy Bottom.
Namun, tantangan masih banyak. Washington, DC dikenal dengan kemacetan terburuk di AS akibat pertumbuhan populasi yang pesat dan infrastruktur jalan yang stagnan. Jika robotaxi benar-benar diterapkan secara luas, efeknya pada mobilitas dan ketenagakerjaan akan semakin terasa.
Waymo mengklaim bahwa teknologinya lebih aman dibandingkan kendaraan yang dikemudikan manusia. Data mereka menunjukkan bahwa robotaxi menyebabkan lebih sedikit kecelakaan dan kerusakan properti.
Namun, di balik inovasi ini, ancaman nyata bagi jutaan driver online tak bisa dihindari. Apakah masa depan ride-hailing masih melibatkan manusia, atau semuanya akan dikendalikan oleh algoritma?
Sumber: CNBC Indonesia