GELUMPAI.ID — Bahrain memasuki fase krusial dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, menghadapi dua laga tandang yang penuh tantangan. Gelandang Mohamed Marhoon mengungkapkan betapa sulitnya bertanding di stadion yang penuh sesak dengan pendukung lawan, namun dia tetap optimis timnya bisa meraih hasil positif.
Bahrain akan melawan dua raksasa Asia dalam waktu lima hari. Pertandingan pertama adalah melawan Jepang, pemuncak klasemen sementara, di Stadion Saitama pada Kamis (20/3). Lima hari kemudian, Bahrain akan bertandang ke Stadion Gelora Bung Karno untuk menghadapi Indonesia. Saat ini, Bahrain berada di posisi kelima klasemen dengan enam poin, setara dengan Indonesia, Arab Saudi, dan China. Hasil buruk di dua laga ini akan semakin memperburuk peluang Bahrain untuk lolos ke Piala Dunia.
Marhoon mengakui bahwa setiap pertandingan dalam kualifikasi ini adalah tantangan besar, baik kandang maupun tandang. “Kami banyak belajar dari pertandingan sebelumnya, dan sekarang kami harus mempersiapkan diri dengan sekuat tenaga untuk laga mendatang,” ujar Marhoon kepada FIFA.
Dia juga menyebutkan bahwa pertandingan ini semakin menantang dengan datangnya bulan Ramadan. “Kami sadar kami akan bermain melawan tim-tim kuat, dan di stadion yang penuh sesak. Ramadan juga membuat pertandingan menjadi lebih menantang. Namun, kami harus mempersiapkan diri sepenuhnya,” tambahnya.
Marhoon menegaskan bahwa Bahrain akan berjuang habis-habisan demi mempertahankan peluang lolos. “Kami akan berjuang untuk setiap poin demi mempertahankan peluang dan meraih impian kami. Kami menghormati semua tim yang kami hadapi. Kami tidak takut pada siapa pun,” tutupnya dengan penuh keyakinan.
Bahrain sudah dua kali nyaris lolos ke Piala Dunia. Pada 2006, mereka kalah dari Trinidad & Tobago, dan pada 2010, mereka takluk dari Selandia Baru di play-off Asia/Oseania. “Kami punya pepatah di Bahrain yang mengatakan ‘yang ketiga adalah hal yang pasti’. Jadi setelah dua kali gagal, kami berharap kali ini berhasil,” ujar Marhoon.