GELUMPAI.ID – Kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Indonesia masih menjadi tantangan.
Di tengah tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas yang baru mencapai 44 persen, Maxim Indonesia menggandeng Yayasan Cheshire Indonesia untuk memperluas akses pekerjaan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi kelompok difabel.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem kerja yang lebih inklusif di sektor transportasi berbasis aplikasi.
Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas agar mampu hidup mandiri dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas agar dapat hidup mandiri dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Maxim memberikan saldo perjalanan senilai Rp18 juta kepada Yayasan Cheshire Indonesia untuk membantu mobilitas para penerima manfaat yayasan.
Tak hanya itu, penyandang disabilitas yang bergabung sebagai mitra pengemudi Maxim akan memperoleh program bebas komisi sehingga seluruh pendapatan dari hasil bekerja dapat diterima secara utuh.
Selain memperoleh pendapatan tanpa potongan komisi, para mitra juga akan mendapatkan perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai Maxim.
Dirhamsyah menyebut inisiatif tersebut menjadi yang pertama dihadirkan oleh platform transportasi daring di Indonesia.
“Program bebas komisi dan perlindungan sosial merupakan bentuk investasi kami dalam menciptakan kesempatan yang setara di tengah perkembangan ekonomi digital,” katanya.
Untuk mendukung kenyamanan bekerja, Maxim juga memperkenalkan kendaraan yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan penyandang disabilitas.
Penyesuaian dilakukan mulai dari pedal gas dan rem pada kendaraan roda empat hingga modifikasi tempat duduk untuk kendaraan roda dua.
Sebelumnya, perusahaan juga telah menghadirkan berbagai fitur aksesibilitas dalam aplikasinya, seperti dukungan TalkBack bagi pengguna tunanetra, fitur percakapan bagi penumpang dengan gangguan pendengaran, serta notifikasi khusus kepada pengemudi apabila penumpang memerlukan bantuan tambahan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 22,97 juta orang atau sekitar 8,5 persen dari total penduduk.
Namun tingkat kemiskinan kelompok ini masih mencapai 11,42 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 8,57 persen.
Ketua Yayasan Cheshire Indonesia, Janthy Nihardjo menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas akses penyandang disabilitas terhadap pekerjaan dan mobilitas.
“Kerja sama ini sangat berarti karena membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bermobilitas, bekerja, dan hidup mandiri. Kami sangat mengapresiasi komitmen Maxim dalam menghadirkan peluang yang lebih inklusif bagi semua,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Maxim berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan bekerja, meningkatkan pendapatan, sekaligus berpartisipasi secara aktif dalam perkembangan ekonomi digital di Indonesia.





