Seperti yang terlihat dalam cara pengelolaan perusahaan, para pengusaha Tionghoa cenderung mengelola usaha mereka seperti kaisar yang memerintah kerajaannya. Ini menyebabkan bisnis mereka lebih bersifat family-owned dan diwariskan ke anggota keluarga. Hal ini juga terjadi di Asia, di mana banyak eksekutif profesional yang tidak ragu memberikan posisi pemimpin kepada anggota keluarga mereka.
Sebagai penutup, penelitian Kao mengungkapkan bahwa mayoritas pengusaha Tionghoa memegang prinsip “Lebih baik menjadi kepala ayam daripada menjadi ekor sapi besar”. Prinsip ini, dalam konteks modern, berarti mereka lebih memilih menjadi pemilik bisnis meskipun skalanya kecil daripada bekerja di perusahaan besar sebagai bawahan.
Sumber: CNBC Indonesia