Bola & Sports

Morbidelli Bangkit dari Keterpurukan, Menjadi Juara Tersembunyi

RIO HONDO, ARGENTINA - MARCH 16: Franco Morbidelli of Italy and Pertamina Enduro VR46 Racing Team celebrates his podium result during the Race of the MotoGP Gran Premio YPF Energía de Argentina at Autodromo Termas de Rio Hondo on March 16, 2025 in Rio Hondo, Argentina. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)

GELUMPAI.ID — Kejutan besar terjadi di Argentina Grand Prix 2025. Franco Morbidelli, yang sempat dipandang sebagai pebalap yang sudah “habis”, membuktikan kemampuannya dengan meraih podium ketiga, menyusul Francesco Bagnaia dan Johann Zarco.

Morbidelli, yang mengendarai motor VR46, berhasil mengalahkan Bagnaia dan Zarco setelah memutuskan untuk menggunakan ban belakang soft di balapan ini. Keputusan tersebut terbukti tepat, dan Morbidelli menyelesaikan balapan dengan hasil terbaiknya sejak Jerez 2021.

Sementara itu, Bagnaia yang sebelumnya konsisten di podium, kali ini harus puas dengan posisi keempat. Meskipun mengendarai Ducati GP25, pebalap Italia ini tak bisa menahan laju Morbidelli yang tampil luar biasa. Di Giannantonio, rekan satu tim Morbidelli, finis di posisi kelima, sementara Johann Zarco berhasil meraih posisi keenam, hasil terbaiknya sejak Valencia 2023.

Max Temporali, analis dari Sky Italy, menyampaikan kegembiraannya atas kebangkitan Morbidelli.

“Morbidelli terlalu lama tampak seperti pebalap yang sudah habis, namun justru… kebangkitan atlet seperti ini yang memberi saya kebahagiaan terbesar,” tulis Temporali di Instagram-nya. “Franco yang sebenarnya benar-benar bangkit dari abu-abu.”

Saka Kembali Berlatih, Arsenal Harap Dia Siap Hadapi Madrid

Pada musim lalu, Morbidelli hanya finis 335 poin di belakang juara dunia Jorge Martin. Tapi, tahun ini, usai bergabung dengan tim VR46, Morbidelli tampil lebih solid. Ini adalah buah dari kerja kerasnya setelah pulih dari cedera parah di musim dingin. Ia juga mempertahankan motor yang sama untuk 2025, yang sepertinya memberikan keuntungan tersendiri.

Morbidelli dikenal di MotoGP sebagai “Lance Stroll”-nya balap motor, dengan banyak yang beranggapan ia hanya bertahan karena hubungan dekatnya dengan Valentino Rossi. Namun, jika ia terus menunjukkan performa ini, banyak yang mungkin mulai mempertanyakan apakah ia benar-benar pantas mendapat tempat di barisan depan.

Morbidelli sendiri mengakui bahwa kariernya sempat melorot setelah cedera lutut pada pertengahan 2021. Meski begitu, finis kedua di musim sebelumnya tetap menjadi puncak prestasinya. “Karier saya berjalan indah hingga pertengahan 2021, lalu cedera menghentikan segalanya,” ungkap Morbidelli dalam wawancaranya baru-baru ini.

Laman: 1 2

Berita Populer

01

Axel Pons Pembalap Moto2 yang Jadi Musafir Jalan Kaki ke India

02

Pilkada Absurditas

03

Kejati Banten Dituding Politisasi Kasus untuk Downgrade Airin

04

CCTV Ungkap Detik-Detik Tragis Liam Payne di Hotel

05

Net TV Resmi Ganti Nama Jadi MDTV dan Pimpinannya, Halim Lie Ditunjuk Jadi Direktur Utama