BPN Banten Lakukan Digitalisasi Pelayanan masyarakat

Foto Kakanwil BPN Provinsi Banten/Rudi Rubijaya/Dok. BPN Banten

GELUMPAI.ID – Dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, berbagai program pelayanan diluncurkan oleh (ATR/).

Berbagai inovasi dilakukan oleh (ATR/) untuk memudahkan ketika kita sedang membutuhkan pelayanan.

Program Pelayanan Berbasis Digital

Layanan berbasis digital seperti aplikasi mobile Sentuh Tanahku, Layanan Geographic System Tata Ruang (GISTARU), penyampaian berkas permohonan layanan melalui Loketku, penyampaian pengaduan atau keluhan melalui media sosial Kementerian ATR/ dengan tagar #tanyaATRBPN, layanan Sistem Informasi Geografis Tanah Objek Reforma Agraria (SIGTORA) dan penyampaian permohonan informasi publik(PPID).

Disamping itu, untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan, kantor pertanahan di seluruh Provinsi Banten telah menyediakan Loket Khusus, Loket Prioritas Pelayanan Pertanahan yang diperuntukan bagi pemilik tanah tanpa melalui kuasa.

Program Pelayanan Tanah Akhir Pekan ()

Program Pelayanan Tanah Akhir Pekan () di 5 (lima) Kantor Pertanahan (Kantah) di Provinsi Banten yaitu Kantah Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

ini masyarakat dapat menyampaikan permohonan layanan pertanahan berupa pertanahan yang belum tersedia secara elektronik dan layanan pengecekan sertifikat secara elektronik yang diajukan langsung ke kantah atau informasi dan pengaduan masyarakat di hari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Layanan Konsultasi

Inovasi dari Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan memberikan kemudahan berkonsultasi secara daring melalui zoom meeting di jam kerja setiap hari Senin hingga Jumat dengan nomor meeting id 202 201 5929 dan passcode BPNTangsel serta  e-ticket yang memungkinkan masyarakat tanpa kuasa atau sebagai penerima kuasa memilih waktu kunjungan ke kantor pertanahan.

Rifqi Fatahilah
WRITTEN BY

Rifqi Fatahilah

Menabung rindu bukan bagian dari investasi. So! Mending baca berita gelumpai.id daripada berlarut-larut dalam romantisme receh

Tinggalkan Balasan