GELUMPAI.ID – Pemerintah Kota Cilegon memperkuat pengawasan Program Beasiswa Cilegon Juare dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra utama dalam memantau perkembangan mahasiswa penerima bantuan pendidikan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan beasiswa tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu mendorong mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Cilegon, Rahmatullah mengatakan, monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan karena perguruan tinggi menjadi pihak yang paling mengetahui perkembangan akademik maupun aktivitas mahasiswa penerima beasiswa.
“Kami melakukan monev dalam rangka memastikan pengelolaan Beasiswa Cilegon Juare ini bisa berjalan optimal, karena kami tidak bisa lepas dari peran kampus. Bagaimanapun kampus yang memantau aktivitas keseharian mahasiswa penerima beasiswa,” ujarnya pada Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Rahmatullah, kegiatan monev juga menjadi upaya pemerintah daerah untuk membangun basis data mahasiswa penerima maupun calon penerima beasiswa, khususnya dari kalangan mahasiswa kurang mampu.
Dengan data tersebut, pemerintah dapat menghitung kebutuhan kuota beasiswa secara lebih akurat pada tahun-tahun berikutnya.
“Ini akan membantu pengelola program beasiswa karena kita sudah memiliki database sehingga lebih mudah menghitung jumlah kuota yang dibutuhkan,” katanya.
Selain memastikan ketepatan sasaran, Pemkot Cilegon juga ingin mengetahui perkembangan akademik para penerima beasiswa, termasuk mengantisipasi apabila terdapat mahasiswa yang mengalami penurunan motivasi belajar atau kendala akademik.
“Misalnya sampai delapan semester, kita ingin tahu apakah ada penurunan motivasi belajar atau masalah pada IPK. Di sini kampus berperan membantu memantau sehingga mahasiswa tetap termotivasi menyelesaikan kuliah,” jelasnya.
Rahmatullah menegaskan dana beasiswa juga harus digunakan sesuai peruntukannya, terutama untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) maupun kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.
Karena itu, pihaknya meminta perguruan tinggi aktif menyampaikan informasi apabila terdapat mahasiswa penerima beasiswa yang tidak menggunakan bantuan tersebut sebagaimana mestinya.
“Kami memastikan beasiswa digunakan untuk pembayaran UKT. Kalau ada mahasiswa yang ternyata belum membayar UKT, kami minta kampus segera melaporkan kepada kami. Jadi ada saling berbagi informasi,” ujarnya.
Dalam tahap awal, monitoring dilakukan di enam perguruan tinggi swasta di Provinsi Banten dari total 22 perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Cilegon dalam pelaksanaan Program Beasiswa Juare.
Rahmatullah memastikan kegiatan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan program beasiswa sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mahasiswa yang membutuhkan.
“Kami akan melakukan pemantauan ini secara rutin agar pengelolaan Program Beasiswa Cilegon Juare semakin baik,” tandasnya.





