GELUMPAI.ID — Ralf Schumacher, mantan pembalap F1, memprediksi Max Verstappen akan meninggalkan Red Bull dalam waktu dekat jika tim tidak memperbaiki performa mobil mereka.
Verstappen, juara dunia empat kali, memang memiliki kontrak dengan Red Bull hingga 2028. Namun, masa depannya terus menjadi bahan spekulasi.
Meskipun Verstappen telah membantah isu pindah ke tim lain, rumor mengenai kepindahannya ke Aston Martin sempat beredar setelah media Inggris melaporkan tawaran fantastis senilai $1 miliar.
Akhir-akhir ini, Verstappen juga dikaitkan dengan kemungkinan pindah ke Mercedes, apalagi bos Mercedes, Toto Wolff, sempat mengungkapkan ketertarikannya.
Namun, Wolff baru-baru ini menyatakan bahwa Verstappen sudah tidak ada lagi dalam radar tim Mercedes.
Meski begitu, Schumacher percaya jika Red Bull tidak memperbaiki mobil mereka dalam dua hingga tiga balapan mendatang, Verstappen akan mempertimbangkan untuk hengkang.
“Jika tidak ada perubahan dalam dua, tiga, atau empat balapan, maka keputusan akan diambil,” kata Schumacher.
Saat ini, Verstappen berada di posisi kedua klasemen dunia, tertinggal delapan poin dari Lando Norris dari McLaren setelah dua balapan pertama. Red Bull sendiri terpuruk di posisi ketiga klasemen konstruktor dan tertinggal 36 poin dari McLaren, kesulitan menaklukkan mobil RB21 yang sulit dikendarai.
Spekulasi soal masa depan Verstappen semakin panas. Bos McLaren, Zak Brown, bahkan mengatakan Verstappen kemungkinan besar akan pindah ke Mercedes pada akhir tahun ini.
“Jika saya harus bertaruh, saya akan bertaruh pada Mercedes,” ujar Brown.
Di sisi lain, mantan kepala tim Haas, Guenther Steiner, berpendapat Verstappen akan terlebih dahulu menilai dampak perubahan regulasi mesin pada 2026 sebelum membuat keputusan besar.
Red Bull sendiri tengah mengakhiri kemitraannya dengan Honda dan akan bekerja sama dengan Ford untuk pengembangan mesin mereka di masa depan.
Sumber: CRASH