News

Rupiah Babak Belur! Pengusaha Elektronik Kian Terjepit

GELUMPAI.ID — Nilai tukar rupiah kembali anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (AS), mencetak rekor pelemahan yang mengkhawatirkan.

Data dari Refinitiv mencatat, rupiah melemah 0,85% ke level Rp16.585/US$ pada Jumat (28/2/2025) pukul 13:57 WIB. Angka ini lebih buruk dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.445/US$, yang sudah melemah 0,49%.

Sektor industri elektronik yang bergantung pada impor semakin terjepit akibat lonjakan biaya produksi.

🗣️ “Keadaan US dollar di atas 16.000 ini sudah berlangsung satu tahun. Tentunya ini meningkatkan beban biaya produksi,” kata Ketua Gabungan Perusahaan Industri Elektronika dan Alat Alat Listrik Rumah (Gabel), Oki Widjaja, dikutip dari CNBC Indonesia.

Di sisi lain, produsen menghadapi dilema besar: biaya produksi naik, tetapi harga jual sulit dinaikkan karena daya beli masyarakat menurun tajam.

Yoon Suk Yeol Resmi Dimakzulkan Mahkamah Konstitusi Korsel

“Sementara itu harga jual sulit dinaikkan karena daya beli masyarakat sedang menurun,” lanjutnya.

Tren pelemahan rupiah ini bahkan lebih buruk dibandingkan masa pandemi Covid-19. Pada 23 Maret 2020, rupiah sempat terperosok ke Rp16.550/US$, tetapi kali ini lebih dalam lagi, nyaris menyentuh Rp16.620/US$ secara intraday.

Situasi ini menjadi pukulan bagi perekonomian, terutama sektor yang bergantung pada bahan baku impor. Jika tidak ada intervensi, beban industri bisa semakin tak terkendali.

Sumber: CNBC Indonesia

Premanisme di Bekasi: Dua Pelaku Ditangkap Usai Rusak Dagangan Pedagang Sayur

Berita Populer

01

Axel Pons Pembalap Moto2 yang Jadi Musafir Jalan Kaki ke India

02

Pilkada Absurditas

03

Kejati Banten Dituding Politisasi Kasus untuk Downgrade Airin

04

CCTV Ungkap Detik-Detik Tragis Liam Payne di Hotel

05

Net TV Resmi Ganti Nama Jadi MDTV dan Pimpinannya, Halim Lie Ditunjuk Jadi Direktur Utama