Bola & Sports

Verstappen Sindir Keputusan Red Bull Soal Lawson di Instagram!

GELUMPAI.ID — Max Verstappen tak bisa menahan ketidakpuasannya terhadap keputusan Red Bull yang mendepak Liam Lawson hanya setelah dua balapan.

Pada Kamis pagi, Red Bull mengumumkan bahwa Lawson akan kembali ke Racing Bulls untuk GP Jepang, membuka kesempatan bagi Yuki Tsunoda untuk tampil sebagai rekan Verstappen. Keputusan ini mengejutkan, mengingat Lawson baru bergabung dengan tim utama Red Bull dan telah berjuang keras di dua balapan pertama.

Meski Lawson kesulitan mengendalikan mobil RB21, waktu keputusan ini terasa sangat cepat dan keras, bahkan untuk standar Red Bull. Menurut laporan dari media Belanda, De Telegraaf, Verstappen dilaporkan tidak setuju dengan keputusan tersebut.

“Limburger [sebutan untuk daerah asal Verstappen] juga tidak sepakat dengan keputusan manajemen tim yang turun tangan begitu cepat,” ungkap laporan tersebut.

Tsunoda kini akan menjadi rekan Verstappen yang kelima sejak Daniel Ricciardo meninggalkan tim pada akhir 2018. Pierre Gasly diturunkan ke AlphaTauri di tengah musim 2019, sementara Alex Albon hanya diberi satu musim penuh. Sergio Perez bertahan selama empat musim, namun percakapan mengenai pemecatannya selalu menjadi topik yang berulang.

El Clasico di Final Copa del Rey 2025: Barcelona vs Real Madrid, Perebutan Gelar yang Panas!

Keputusan Red Bull untuk menurunkan Lawson dianggap “tindakan panik” oleh mantan pembalap F1, Giedo van der Garde. Van der Garde bahkan menilai tindakan ini lebih mendekati bentuk “perundungan” daripada keputusan yang didasari pada pencapaian atlet.

Yang lebih menarik, Van der Garde memposting kritiknya di Instagram yang langsung disukai oleh Verstappen. Postingan itu menyatakan, “Saya mulai lelah dengan komentar yang bilang F1 adalah olahraga paling sulit dalam hal performa, dan ketika kamu tidak tampil, kamu harus menghadapi konsekuensinya.”

“Ya, kamu harus tampil. Ya, tekanannya sangat besar. Tapi menurut saya, ini lebih mirip bentuk perundungan atau tindakan panik daripada pencapaian atlet sejati,” lanjutnya.

Van der Garde menambahkan, “Mereka membuat keputusan ini dengan sadar dan hanya memberikannya dua balapan untuk menghancurkan semangatnya. Jangan lupa dedikasi, kerja keras, dan kesuksesan yang telah Liam capai hingga bisa berada di level ini. Saya ingat bagaimana darah, keringat, dan air mata saya untuk mencapai F1.”

Man United Kalah, Amorim Keluhkan Bantuan untuk Forest

Laman: 1 2

Berita Populer

01

Axel Pons Pembalap Moto2 yang Jadi Musafir Jalan Kaki ke India

02

Pilkada Absurditas

03

Kejati Banten Dituding Politisasi Kasus untuk Downgrade Airin

04

CCTV Ungkap Detik-Detik Tragis Liam Payne di Hotel

05

Net TV Resmi Ganti Nama Jadi MDTV dan Pimpinannya, Halim Lie Ditunjuk Jadi Direktur Utama