Bola & Sports

Villeneuve: Kemenangan Hamilton di Sprint China Bisa Ganggu Hubungan dengan Leclerc

GELUMPAI.ID — Juara dunia F1 satu kali, Jacques Villeneuve, menilai kemenangan besar Lewis Hamilton di Sprint GP China bisa merusak hubungan antara Hamilton dan rekan setimnya, Charles Leclerc.

Leclerc, yang selama ini menjadi andalan Ferrari, kini harus berbagi panggung dengan Hamilton, juara dunia tujuh kali, setelah kehadirannya di tim. Hal ini mengubah dinamika dalam tim Ferrari yang telah lama didominasi oleh Leclerc.

Dua balapan pertama di 2025 menunjukkan Ferrari kesulitan, dengan mobil SF-25 yang tidak mampu menunjukkan performa seperti yang diharapkan dari uji coba pra-musim.

Namun, Hamilton berhasil meraih kemenangan tak terduga di Shanghai, membawa harapan baru bagi tim asal Maranello.

Villeneuve mengungkapkan, “Kemenangan Lewis bisa jadi tidak baik untuk hubungan di dalam tim.”

Quartararo Mengungkap Masalah Yamaha di GP Amerika, Rencana Perbaikan Menanti

Ia menambahkan, “Kemenangan ini membuat posisi Lewis semakin kuat dalam tim. Dia sudah menjadi nama besar, bintang terbesar, dan kini dia yang memenangkan balapan untuk Ferrari, sementara balapan lainnya buruk.”

Hamilton berhasil meraih pole position dan mengendalikan balapan sprint di China. Menurut Villeneuve, itu adalah pencapaian luar biasa mengingat mobil Ferrari bukanlah mobil pemenang.

“Hamilton luar biasa di hari Sabtu. Itu bukan mobil terbaik, bukan mobil pemenang, tapi dia benar-benar memaksimalkan posisinya,” katanya.

Kemenangan Hamilton di sprint China diikuti oleh dua diskwalifikasi untuk Ferrari. Leclerc didiskualifikasi karena mobilnya kelebihan bobot 1 kg, sementara Hamilton juga dikeluarkan karena plank mobil yang terlalu aus.

Villeneuve mengkritik Ferrari yang tidak mempertimbangkan batasan teknis dalam balapan dengan ban keras yang baru diperkenalkan di 2025.

Bagnaia Tak Mudah Menang di GP Amerika, Ini Ceritanya

“Itu terjadi. Mercedes juga pernah mengalaminya tahun lalu dengan George Russell. Satu kilo itu berat, tapi itulah aturan, dan mereka seharusnya memperhitungkan ban,” jelasnya.

Villeneuve menilai, kesalahan Ferrari terletak pada pengaturan mobil yang terlalu mendekati batas.

“Leclerc kehilangan bagian dari sayap depan, itu berpengaruh pada berat mobil. Bisa jadi mereka tidak cukup memperhitungkan itu.”

Laman: 1 2

Berita Populer

01

Axel Pons Pembalap Moto2 yang Jadi Musafir Jalan Kaki ke India

02

Pilkada Absurditas

03

Kejati Banten Dituding Politisasi Kasus untuk Downgrade Airin

04

CCTV Ungkap Detik-Detik Tragis Liam Payne di Hotel

05

Net TV Resmi Ganti Nama Jadi MDTV dan Pimpinannya, Halim Lie Ditunjuk Jadi Direktur Utama