Et Cetera

Oei Tiong Ham Kabur dari Indonesia, Kini Kaya di Singapura!

GELUMPAI.ID — Fenomena #KaburAjaDulu yang tengah tren di Indonesia, ternyata sudah terjadi jauh di masa lalu. Salah satu contohnya adalah Oei Tiong Ham, pengusaha asal Semarang yang memutuskan meninggalkan Indonesia pada 1921 dan memilih menetap di Singapura, meskipun saat itu ia adalah orang terkaya di Hindia Belanda.

Oei, pemilik Oei Tiong Ham Concern (OTHC), perusahaan gula terbesar yang menguasai 60% pasar gula dunia pada awal abad ke-20, merasa kesal dengan kebijakan pajak yang diterapkan pemerintah kolonial. Pada masa Perang Dunia I, Oei berhasil mengembangkan bisnis gula hingga mengekspor 200 ribu ton dan meraup kekayaan 200 juta gulden. Namun, sejak 1920 pemerintah Belanda mengenakan pajak perang yang sangat tinggi, dan meski Oei sudah taat membayar, tagihan pajak terus meningkat.

Pemerintah kolonial menuntut Oei membayar pajak sebesar 35 juta gulden, yang membuat Oei merasa ditipu oleh sistem pajak yang tak transparan. Akibatnya, Oei memutuskan untuk meninggalkan Indonesia. Awalnya ia berencana menuju Eropa, namun pengacaranya menyarankan untuk memilih Singapura yang lebih menguntungkan secara pajak.

Sejak 1921, Oei menetap di Singapura bersama istri dan anak-anaknya. Di sana, pajak yang dibayarnya hanya 1 juta gulden, jauh lebih rendah dibandingkan yang dikenakan di Indonesia. Di Singapura, Oei membeli banyak tanah dan rumah yang luasnya setara dengan seperempat wilayah Singapura. Bahkan, ia juga mengakuisisi perusahaan pelayaran Heap Eng Moh Steamship Company dan menjadi pemegang saham awal di Overseas Chinese Bank (OCB), yang kini dikenal sebagai OCBC.

Jejak filantropis Oei Tiong Ham juga sangat besar. Ia menyumbang US$ 150.000 untuk pembangunan gedung Raffles College dan banyak mendonasikan dana untuk kegiatan kemanusiaan. Namanya diabadikan di berbagai tempat di Singapura, termasuk di jalanan dan bangunan bersejarah.

David Foster Takut Lift? Pernah Naik 65 Lantai!

Namun, meskipun begitu kaya, Oei Tiong Ham memilih untuk hidup tanpa kewarganegaraan, menghapus status Warga Negara Hindia Belanda dan tidak menjadi Warga Negara Inggris. Kehidupannya di Singapura berlanjut hingga wafat pada 6 Juli 1924.

Laman: 1 2

Berita Populer

01

Axel Pons Pembalap Moto2 yang Jadi Musafir Jalan Kaki ke India

02

Pilkada Absurditas

03

Kejati Banten Dituding Politisasi Kasus untuk Downgrade Airin

04

CCTV Ungkap Detik-Detik Tragis Liam Payne di Hotel

05

Net TV Resmi Ganti Nama Jadi MDTV dan Pimpinannya, Halim Lie Ditunjuk Jadi Direktur Utama